Pengertian Besaran Turunan ,Satuan, dan Contoh Terlengkap

Employmentandlivelihood.id – Besaran Turunan adalah pembahasan yang sering muncul pada bidang matematika dan fisika. Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah pasti sudah tidak asing dengan istilah ini.

Banyak orang yang sudah mengenal bahkan sangat familiar dengan besaran pokok, namun tidak dengan besaran turunan. Padahal bisa disimpulkan bahwa pengetahuan tentang besaran turunan sangatlah penting. Sebab ilmu tentangnya sangat bermanfaat untuk aktivitas hitung-menghitung dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi apakah yang dimaksud dengan besar turunan? Bagaimana perbedaannya dengan besaran pokok? Serta berbagai pertanyaan lainnya terkait besaran ini akan kita jawab dalam artikel ini.

Mengenal Besaran Turunan

Mengenal Besaran Turunan

Sebelum kita mengulas tentang besaran turunan, kamu tahu tidak bahwa didunia ini ada hal-hal yang bisa dihitung dan diukur. Namun ada juga hal-hal yang tidak bisa dihitung dan diukur.

Nah, segala sesuatu yang bisa dihitung (diukur) dan dinyatakan dalam bentuk angka dan satuannya inilah yang disebut besaran. Contoh yang sangat sering kamu jumpai adalah lebar pintu, tinggi lemari, luas rumah, dan juga berat handphone kamu. Sedangkan untuk segala sesuatu yang tidak bisa dihitung dan diukur dengan angka dan satuannya tidaklah dikategorikan besaran.

Maksud dari tidak bisa dihitung dan diukur adalah segala sesuatu yang tidak bisa dinyatakan dalam bentuk satuan dan angka. Artinya tidak memiliki satuan yang pasti untuk mengukurnya.

Ini jelas berbeda ya jika kamu mau kasih rating untuk suatu pemandangan indah yang kamu lihat. Ataupun lezatnya makanan kamu cicipi. Meskipun diminta untuk menghitung keindahan dan kelezatannya, tetap saja tidak bisa diukur dengan satuan atau alat ukur yang pasti.

Pasti bakal beda-beda, karena pengukurannya berdasarkan persepsi masing-masing individu. Jadi mengukur indahnya pemandangan atau lezatnya makanan tidak masuk kategori besaran ya.

Definisi Besaran Turunan

Definisi Besaran Turunan

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat dihitung dan diukur, serta dinyatakan dalam angka juga satuannya. Adapun besaran turunan diartikan sebagai suatu besaran yang diturunkan (disusun) dari besaran pokok.

Ternyata besar turunan itu hampir sama (sangat mirip) dengan besaran pokok. Baik besaran pokok maupun besaran turunan keduanya berfungsi untuk menghitung sesuatu yang ditetapkan dalam (SI) Satuan Internasional.

Besar turunan sering juga disebut dengan satuan turunan. Nah, Besar turunan merupakan besaran yang digunakan untuk menghitung seperti besar gaya, kecepatan, volume, luas dan juga besaran lainnya.

Satuan turunan atau besaran turunan diperoleh dari penggabungan beberapa satuan dari besaran pokok. Oleh karena itu, akan sangat jarang kita temukan adanya besaran turunan yang terdiri hanya dari satu satuan.

Penggabungan beberapa dari satuan pokok menunjukkan bahwa suatu besaran pokok tersebut dapat menghasilkan berbagai besaran turunan. Contohnya: besaran pokok yakni Panjang akan dapat menghasilkan besaran turunan berupa volume dan luas. Nanti akan kita uraikan contoh lebih banyak terkait besaran satuan biar kamu lebih paham.

Besaran Pokok Dan Besaran Turunan

Besaran Pokok Dan Besaran Turunan

Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, ternyata besaran pokok dan besaran turunan saling terkait. Besaran turunan merupakan turunan dari besaran pokok. Setiap satuan dari suatu besaran turunan merupakan hasil penyesuaian dari beberapa satuan dari besaran pokok.

Besaran pokok diartikan sebagai besaran-besaran yang utama yang bisa diturunkan menjadi besaran lainnya. Satuan pada besaran pokok sudah terlebih dahulu ditentukan dan disepakati oleh para ahli Fisika. Misalnya untuk mengukur jarak di antara 2 buku, maka kita akan menghitung panjang (merupakan besaran pokok)

Ada 7 jenis besaran pokok, yaitu:

Panjang
Waktu
Massa
Jumlah zat
Suhu
Kuat Arus Listrik
Intensitas zat

Berikut ini contoh perbedaan dari besaran pokok dan besaran turunan:

Besaran Pokok Menghasilkan Besaran Turunan
Panjang Volume dan Luas
Panjang dan Waktu Kecepatan = Jarak tempuh : Waktu

Maka dapat disimpulkan bahwa besaran turunan adalah penggabungan dari adanya besaran pokok juga besaran turunan itu sendiri. Nah, besaran turunan dapat diukur dan dihitung dengan pengukuran langsung yakni menggunakan alat. Juga dapat diukur dengan pengukuran tidak langsung yakni menggunakan rumus.

Ciri-Ciri Dari Besaran Turunan

Ciri-Ciri Dari Besaran Turunan

Agar kamu lebih mengerti tentang besaran turunan, tentu kamu juga harus mengenali ciri-cirinya. Ada 2 ciri khas dari besaran turunan, yakni:

Umumnya memiliki lebih dari 1 satuan

Besaran turunan umumnya memiliki 2 satuan atau bisa saja satuannya merupakan hasil gabungan dari beberapa dari satuan pokok. Seperti yang terlihat pada tabel sebelumnya, terdapat Kecepatan sebagai besaran turunan. Kecepatan memiliki satuan Kilometer/Jam atau Meter per Second (detik).

Satuan kecepatan berasal dari besaran pokok panjang yakni meter atau kilometer dan besaran pokok waktu yaitu detik ataupun jam. Maka kita akan menghitung kecepatan dengan rumus:

Kecepatan (v) = jarak atau panjang (s) : waktu (t)

Namun, besaran turunan terkadang juga memiliki lebih dari 2 satuan. Kita misalkan pada besaran turunan gaya. Nah, satuan pada gaya adalah Newton. Sedangkan satuan dasarnya yaitu: kg. m/s2

Dapat dihitung dengan langsung (pakai alat) dan tidak langsung (pakai rumus)

Sebenarnya besaran turunan sering sekali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, soal terkait besaran turunan juga sering muncul pada pelajaran matematika dan fisika. Jadi buat kamu yang ngerasa kalau besaran turunan itu sulit, udah deh buang jauh-jauh persepsinya.

Mulai sekarang kamu harus membayangkan kamu besaran turunan itu logis dan sebenarnya mudah dimengerti. Karena kamu selalu ada disekitarnya.

Menghitung besaran turunan bisa dilakukan dengan 2 cara yakni pakai alat atau pakai rumus. Kalau kamu suka permainan sepakbola, pasti kamu pernah dong menemukan bolanya dalam kondisi kempes. Terus kamu pompa lagi, ternyata udara yang kamu masukin ke bola tersebut akan memenuhi ruang yang ada di dalamnya.

Nah, ini sudah masuk pembahasan besaran turunan. Jadi kamu bisa menghitung berapa volume bola tersebut. Setelah itu kamu akan  mengetahui berapa banyak udara, air atau apa saja yang bisa kamu masukkan ke dalam bola.

Menghitung volume bola, bisa kamu lakukan pakai alat ukur atau kamu hitung dengan menggunakan rumus besaran turunan.

Contoh lainnya jika kamu sudah melakukan perjalanan dari kota A ke kota B. Kamu menempuhnya selama 2 jam. Maka kamu bisa mengukur kecepatan perjalananmu menggunakan rumus besar turunan secara manual (tidak langsung).

Atau kamu dapat mengetahui kecepatan laju perjalananmu dengan menggunakan speedometer pada kendaraan yang kamu pakai. Speedometer merupakan alat pengukur laju kecepatan kendaraan dalam satuan kilometer per jam. Bentuk speedometer ini ada 2, yaitu jenis manual dan jenis digital.

Alat Ukur Untuk Mengukur Besaran Turunan

Alat Ukur Untuk Mengukur Besaran Turunan

Untuk mengukur besaran turunan secara langsung, kamu bisa menggunakan beberapa alat berikut:

1. Speedometer

Untuk menghitung kecepatan laju kenderaan.

2. Barometer

Digunakan untuk menghitung tekanan udara yang ada.

3. Kalorimeter

Biasanya digunakan untuk menghitung banyaknya kalor yang muncul jika diberikan suatu perlakuan. Jika suatu reaksi kimia atau perubahan terjadi, maka banyaknya kalor juga akan berubah.

4. Termometer

Alat untuk mengukur suhu badan (temperatur)

5. Dinamometer

Khusus difungsikan untuk mengukur besar atau kecilnya gaya yang terdapat pada suatu objek. Misalnya mengukur gaya pegas.

6. Ohm Meter

Hambatan listrik dapat diukur menggunakan Ohm Meter.

7. Hygrometer

Mengukur kelembaban udara pada suatu ruangan dilakukan dengan alat yang bernama Hygrometer.

8. Gelas Ukur

Digunakan untuk mengukur volume jenis zat cair. Besaran volume terlihat pada skala yang terdapat (tertera) pada gelas ukur

9. Roll Meter (meteran)

Untuk mengukur panjang suatu objek. Biasanya berukuran 50 meter-100 meter.

Pengukuran (Membandingkan Nilai Besaran)

Pengukuran (Membandingkan Nilai Besaran)

Besaran turunan maupun besaran pokok, keduanya digunakan untuk aktivitas pengukuran. Maka pengukuran diartikan sebagai suatu kegiatan untuk membandingkan nilai dari suatu besaran yang dihitung menggunakan besaran sejenis. Ada beberapa poin yang harus diperhatikan ketika melakukan pengukuran ketika menggunakan alat ukur, yakni:

1. Harus ada kalibrasi

Merupakan proses pengecekan ataupun pengaturan dari akurasi alat ukur. Dilakukan dengan cara membandingkannya dengan standar atau tolak ukur yang ada. Tujuan diadakannya kalibrasi agar hasil pengukuran menjadi akurat atau setidaknya mendekati nilai yang sesungguhnya (sebenarnya).

2. Pahami Ketelitian Dari Alat Ukur

Nilai Skala Terkecil (disingkat NST) merupakan alat ukur ketelitian. Semakin kecil NST pada suatu alat ukur maka alat ukur tersebut dianggap semakin teliti.

3. Posisikan Mata Dengan Tepat

Sekalipun kamu menggunakan alat ukur yang sangat teliti, namun jika kamu tidak memposisikan mata dengan tepat, maka ada kemungkinan salah. Pada saat melakukan pengukuran, pastikan posisi mata adalah tegak lurus tepat dengan skala yang dibaca. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam membaca hasil ukr.

4. Gunakanlah Alat Ukur Yang Sesuai

Pastikan ketika kamu melakukan pengukuran pada sesuatu, kamu telah menggunakan alat ukur yang sesuai. Jangan sampai kamu menggunakan timbangan rumah tangga untuk menghitung berat dari satu karung beras. Ya, mungkin bisa, tapi jelas tidak akan efektif dan efisien.

Besaran Turunan Dan Satuannya

Besaran Turunan Dan Satuannya

Tidak lengkap rasanya ketika membahas besaran satuan, kita tidak mengupas contoh serta satuannya. Berikut ini tabel yang menunjukkan tentang besaran turunan, satuannya serta asal besaran pokoknya:

Besaran Turunan Satuan Internasional (SI) Rumus             Besaran Pokok Penyusun
Kecepatan (v) Jarak/Waktu (m/s) V = s / t LT-1

 Panjang, Waktu

Gaya Newton (kg m/s2) F = m x a MLT-2  

Massa; Panjang,Waktu

Percepatan L T–2 (m/s2) a= Δv / Δt LT– 2 

Panjang, Waktu

Usaha Joule (kg m2 s-2) W = F x s M L2 T−2 

Massa, Panjang, Waktu

Momentum Kg m/s P = m x v [M][L][T]

Massa, Panjang, Waktu

Tegangan Listrik Volt V = I x R V

Tegangan

Daya Watt (kg x m^2 x s^-3) P = W / t [M] [L] [T]⁻²

Massa, Panjang, Waktu

Hambatan Listrik Ohm (Ω) R = V / I R
Massa Jenis Rho (kg/m3) ρ= m / V ρ
Luas m2 L = P x L [L]2

Panjang

Muatan Coulomb I = Q/t C
Tekanan Pascal (Pa) (N / m2) P = F / A [M][T]-2 [L]-1

Massa, Waktu, Panjang

Frekuensi Hertz (s–1) f = 1/t Hz
Volume m3 L = P x L [L]2

Panjang

Contoh Besaran Turunan

Contoh Besaran Turunan

Berdasarkan tabel tersebut diketahui bahwa ada banyak jenis besar turunan. Untuk lebih memahaminya berikut uraian dari masing-masing jenis besaran turunan tersebut:

1. Kecepatan

Merupakan salah satu besar turunan yang diturunkan dari besar pokok jarak dan waktu. Umum sekali kita temukan dalam pelajaran matematika dan fisika.

Satuan untuk besar turunan kecepatan dibaca dengan meter per detik atau kilometer per jam. Kecepatan disimbolkan dengan V.

2. Gaya

Diturunkan dari perkalian percepatan dengan massa. Memiliki satuan kg. m/s2. Dikenal dengan satuan Newton. Gaya sering ditemukan dalam pelajaran fisika.

Gaya yang dimaksud bukan dengan seseorang yang banyak gaya ya, hehe.

3. Percepatan

Dihasilkan dari perhitungan 1 besar turunan yaitu kecepatan dan 1 besar pokok yaitu waktu tempuh. Simbol percepatan adalah “a”. Rumus percepatan yaitu kecepatan dibagi dengan waktu tempuh.

4. Usaha

Ada peribahasa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Maaf ya, bukan usaha yang ini maksudnya.

Usaha disini adalah salah satu besar turunan yang diperoleh dari hasil perkalian gaya dengan jarak. Satuan untuk usaha adalah Joule.

5. Momentum

Merupakan hasil perkalian dari kecepatan dengan massa, sehingga menghasilkan satuan meter per second atau kilogram meter per detik.Rumus momentum adalah P = m x V.

6. Tegangan Listrik

Biasanya digunakan untuk menghitung perbedaan dari tegangan listrik. Satuan tegangan listrik adalah Volt.

7. Daya

Merupakan besar turunan yang memiliki satuan watt. Daya diperoleh dari Nilai Usaha dibagi dengan waktu. Umumnya kita temukan dalam pelajaran fisika ya.

8. Hambatan Listrik

Besar turunan jenis ini juga berkaitan dengan kelistrikan. Satuan hambatan listrik adalah Ohm. Hambatan listrik diperoleh dengan mem-bagikan tegangan listrik terhadap muatan, yaitu R = V/I.

9. Massa Jenis

Berasal dari besarn pokok: massa dan panjang. Satuan dari massa jenis adalah kilogram per meter kubik. Simbol dari massa jenis adalah Rho.

10. Luas

Diturunkan dari besaran pokok panjang. Nilai luas diperoleh dari perkalian panjang dengan lebar. Adapun satuan luas yaitu meter kubik.

11. Tekanan

Sering ditemukan pada pembelajaran fisika. Tekanan diturunkan dari gaya dan luas.

12. Frekuensi

Menunjukkan adanya getaran maupun putaran ulang setiap momentum. Memiliki satuan detik. Sering juga disebut dengan nama Hertz.

13. Volume

Memiliki satuan meter kubik. Volume dihitung dengan melakukan perkalian antara panjang, lebar dan tinggi. Diturunkan dari besaran pokok panjang.

FAQ

Kenapa banyak orang yang menganggap bahwa belajar besar turunan itu susah?

Setiap orang tentu punya kenyamanan tersendiri pada setiap pelajaran yang ditemuinya. Ada yang suka matematika tapi merasa sulit di biologi. Ada juga yang menganggap biologi dan matematika itu mudah, tetapi menganggap sejarah itu sulit.

Jadi, kalau ada yang mengatakan belajar besar turunan itu sulit, mungkin karena belum ketemu good vibes saat mempelajarinya. Cobalah dengan mengubah persepsi bahwa belajar besar turunan itu adalah menghitung segala sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak terlalu kebingungan saat memahami materinya.

Kedua, cobalah untuk mempraktekkannya sendiri. Misal kamu mengukur luar kamar kamu, atau mengukur volume bak mandi, dan yang lainnya. Tips ini cukup membantu kamu untuk memperkuat pemahaman tentang besar turunan.

Apakah besaran turunan bisa tiga satuan?

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel ini, besar turunan umumnya memang terdiri dari 2 satuan yang berasal dari satuan pokok. Namun ada juga kok besar turunan yang memiliki satuan lebih dari 2. Misalnya besar turunan gaya, daya, momentum dan lainnya.

Akhir Kata

Itulah bahasan tentang besar turunan. Ternyata tidak sesulit yang kamu bayangkan di awalkan. Besar turunan merupakan bagian dari besar pokok.

Semakin sering kamu melakukan latihan pembahasan terkait besar turunan, maka kamu akan semakin memahaminya. Besar turunan bisa kamu juga buktikan perhitungannya dengan alat-alat yang kamu miliki di sekitarmu.

Simak juga list beberapa artikel yang menarik dari kami lainnya dan tentunya menambah wawasan untuk kamu simak :

Dapatkan Berita dan Informasi Menarik Lainnya di Google News Employmentandlivelihood.id

Originally posted 2023-06-01 07:35:19.