Contoh Mind Mapping Aesthetic dan Cara Membuat yang Menarik

Employmentandlivelihood.id – Mind Mapping adalah cara mengelompokan sekumpulan ide menjadi sebuah kerangka yang terstruktur dengan baik untuk membantu menganalisis suatu masalah. Mind Mapping biasanya digunakan untuk merumuskan konsep-konsep yang kompleks ke dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah untuk dipahami.

Selain itu, Mind Mapping dapat kamu jabarkan sebagai proses memindahkan suatu pemikiran ke dalam bentuk gambar dan tulisan loh. Nah, Mind Map sendiri dapat diartikan sebagai gambaran dari pemikiran yang sudah dikelompokkan sebelumnya. Mind Mapping ini sangat berguna untuk kamu karena dapat membantu kamu lebih memahami konsep-konsep ilmu yang sedang kamu pelajari.

Cara ini bisa digunakan oleh pelajar dan mahasiswa yang sedikit kesulitan memahami isi pelajaran, bahkan orang dewasa juga masih membutuhkannya. Nah, kali ini Unsyiahpress akan membawamu memahami konsep dari Mind Mapping lebih dalam melalui artikel ini. Melalui artikel, Unsyiahpress akan kasih tahu kamu cara membuat serta contoh Mind Mapping yang bisa kamu ikuti, simak baik-baik ya.

Apa Itu Mind Mapping Ini Penjelasannya

Seperti yang sudah dijelaskan di awal artikel, Mind Mapping merupakan cara mengelompokkan sekumpulan ide menjadi sebuah kerangka yang terstruktur dengan baik. Nah, kerangka tersebut akan membantu kamu memahami atau menganalisis suatu masalah dengan baik.

Dengan menggunakan teknik ini diproses belajar, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat loh. Teknik ini akan membantu kamu memahami berbagai konsep dengan baik. Kamu juga terbantu dalam melakukan presenstasi dengan adanya teknik ini.

Selain itu, teknik ini memudahkan kamu dalam merumuskan suatu masalah dan menemukan berbagai ide kreatif lainnya. Nah, terlihat jelaskan manfaat yang bisa kamu dapatkan dari teknik peta pikiran dalam pembelajaranmu.

Cara membuat peta  tidak terlalu sulit, bahkan tergolong mudah asalkan kamu memahami cara pemikirannya terlebih dahulu. Jadi, kamu lebih mudah dalam penyusunan ide-ide pemikiran menjadi sebuah kerangka utuh. Nah, selanjutnya Unsyiahpress akan menjelaskan cara membuat peta pikiran yang baik dan tepat, simak baik-baik ya.

Cara Membuat Mind Mapping yang Menarik dan Aesthetic

Cara Membuat Mind Mapping yang Menarik dan Aesthetic

Cara membuat Mind Mapping atau Peta Pikiran ini tidak terlalu sulit kok, siapapun pasti bisa. Kamu hanya perlu lebih keras lagi menggunakan otakmu untuk bekerja.

Jadi, lama-lama kamu bisa dengan mudah membuat berbagai peta pikiran dari ide-ide yang ada di otakmu, percaya deh. Tanpa basa-basi lagi ini dia cara membuat peta pikiran yang sudah Unsyiahpress kumpulkan dengan baik.

1. Menentukan Topik Utama

Dalam pembuatan peta pikiran hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan terlebih dahulu topik utama. Topik utama tersebut dapat berasal dari suatu masalah yang ingin kamu selesaikan. Biasanya topik utama dapat benbentuk kata kunci yang terdiri dari 1 (satu) hingga 3 (tiga) kata.

2. Menambahkan Cabang Berdasarkan Topik Utama Yang Dipilih

Langkah selanjutnya adalah mencari ide-ide yang memiliki kaitan dengan topik utama yang kamu ambil. Jadikan ide-ide tersebut sebagai cabang pertama dari topik utama yang kamu ambil sebelumnya. Jika terlalu sulit kamu bisa identifikasi berdasarkan jenis atau bagian lainnya yang berhubungan dengan topik utama.

Sebagai contoh, Unsyiahpress akan menggunakan kata komunikasi  sebagai topik utama. Coba kamu pikirkan apa cabang utama yang cocok untuk kata komunikasi sebagai topik utama.

Kita coba pakai kata verbal dan non-verbal sebagai cabang utama dari kata komunikasi. Nah, terlihat cocok bukan? sebenarnya masih banyak lagi kata yang bisa kamu pakai untuk menentukan cabang pertamanya. Coba kamu explore lebih jauh terhadap topik utama dari kata komunikasi, selamat berlatih ya.

3. Menguraikan Cabang Pertama Menjadi Sub-Topik

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menguraikan cabang pertama sebelumnya menjadi sub-sub topik terkait. Kamu bisa menentukan ide-ide yang terkait dalam ruang linkup yang lebih kecil dari cabang pertama. Jadi, peta pikiran tersebut akan terlihat memiliki ranting di sekitarnya.

Sebagai contoh, dari cabang pertama dari peta pikiran yang dibuat kita gunakan kata non-verbal. Kata non-verbal ini dapat kamu uraikan menjadi beberapa sub-topik. Kata yang bisa kamu gunakan, seperti gestur, postur, kontak mata, ekspresi wajah, dan lain sebagainya.

4. Menghubungkan setiap ide dengan garis

Selanjutnya hubungkan topik utama, cabang pertama, dan sub-topik yang sudah kamu buat tadi dengan garis. Dengan begitu, kamu bisa dengan mudah memahami isi dari mind map atau peta pikiran yang telah dibuat.

5. Gunakan Variasi Warna Untuk Garis

Kamu juga bisa menggunakan warna yang berbeda untuk setiap penghubung sub-topik dari cabang pertama. Hal ini bisa memudahkan kamu dalam mengingat sub-topik dari peta pikiran yang telah kamu buat. Misalnya, kamu menggunakan garis berwarna oranye atau oren untuk semua penghubung sub-topik dari kata postur.

6. Mengembangkan Sub-topik

Dalam pembuatan peta pikiran ini kamu akan menemukan ide-ide yang memiliki hubungan dengan sub-topik yang kamu tentukan. Namun, tidak semua kata atau ide yang kamu temukan bisa kamu gunakan. Agar peta pikiranmu jadi efektif, ada baiknya kamu menentukan ide untuk sub-topik yang paling berkaitan.

7. Menambahkan Catatan Kecil

Meskipun menjadi lebih sederhana, ternyata peta pikiran ini akan menjadi sangat rumit bila memiliki jumlah cabang yang banyak. Hal ini bisa membuatmu kesulitan memahami atau mengingat peta pikiranmu sendiri, waduh.

Tenang, kamu bisa mengatasi masalah tersebut dengan menambahkan sebuah catatan kecil pada sub-topik yang dirasa perlu kamu beri catatan. Nah, sekarang beberapa sub-topik yang kompleks jadi dapat kamu pahami lebih mudah.

Contoh Mind Mapping yang Unik dan Menarik

Contoh Mind Mapping yang Unik dan Menarik

Terdapat banyak jenis Mind Mapping atau peta pikiran yang bisa kamu ikuti. Tenang aja, Unsyiahpress sudah mengumpulkan contoh dari peta pikiran yang tersebar di internet, simak baik-baik ya.

1. Flow Map

Jenis pertama, yaitu bernama Flow Map yang memiliki bentuk yang paling sederhana. Jenis Mind Map ini sangat cocok digunakan untuk menjelaskan rangkaian proses beserta sub-topik atau turunannya. Flow Map biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu masalah atau konsep.

Flow Map umumnya disusun berdasarkan ide-ide yang kemudian dihubungkan oleh cabang-cabang yang menyerupai sebuah alur. Penggunaan Flow Map ini kamu bisa membuat peta pikiran yang memiliki arah vertikal atau horizontal sesuai keinginanmu.

Sebagai contoh, kata komunikasi bisa kamu jadikan sebagai konsep untuk peta pikiran yang akan dibuat. Kemudian, coba pikirkan ide apa saja yang bisa kamu gunakan sebagai cabang utama dan sub-topiknya.

Kamu bisa menggunakan kata verbal dan non-verbal untuk cabang utama dari konsep komunikasi. Lalu, tentukan lagi ide yang cocok untuk sub-topik yang berkaitan erat dengan cabang utama.

2. Circle Map

Jenis peta pikiran selanjutnya bernama Circle Map yang cocok digunakan untuk mendefinisikan suatu konsep secara detail. Peta pikiran ini membantu kamu untuk mengidentifikasi konsep yang kamu butuhkan dari banyaknya ide yang kamu temukan ketika melakukan brainstorming.

Nah, sebagai contoh, kita ambil konsep dari kata alat elektronik. Coba kamu pikirkan apa saja ide-ide yang bisa kamu ambil dari konsep alat elektronik.

Pastinya kamu akan menemukan ide yang berkaitan, seperti komputer, handphone, kulkas, dan lain sebagainya. Kemudian, kamu bisa menentukan ide baru untuk dijadikan sebagai sub-topik, seperti memainkan game, melakukan panggilan, chatting, dan lain sebagainya.

Nyatanya Circle Map merupakan peta pikiran yang paling populer di kalangan pelajar. Peta pikiran ini membantu dalam memahami berbagai jenis konsep, seperti simbolisasi, deskripsi dari suatu konsep, gambar, dan lain sebagainya.

3. Bubble Map

Selain Flow Map dan Circle Map masih ada satu lagi jenis yang bisa kamu gunakan, yaitu Bubble Map. Peta pikiran yang bernama Bubble Map ini berbentuk mirip seperti gelembung yang saling terhubung satu dengan lainnya.

Bubble Map ini banyak digunakan untuk memperjelas keseluruhan konsep sesingkat, tapi tentunya dapat dipahami dengan baik. Gelembung-gelembung yang tersebar di sekitar merupakan cabang utama atau bahkan sub-topik dari topik utama. Jenis peta pikiran ini bisa kamu gunakan, meskipun tergantung kata dari ide yang kamu tentukan sebelumnya.

Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan kata Artificial Intelligence sebagai konsep untuk peta pikiran. Coba pikirkan apa saja sub-topik yang cocok yang berkaitan dengan konsep tersebut.

Coba kita pakai ide alat atau produk yang ada disekitar kita. Pastinya produk atau fitur seperti, Face ID, E-Payment, Voice Assistant .editor tulisan, dan lain sebagainya. Kemudian, hubungkan gelembung sub-topik tersebut dengan gelembung topik utama. Nah, jadilah peta pikiran Bubble Map yang menunjukkan konsep dari kata Artificial Intelligence.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa Itu Mind Mapping?

Mind Mapping merupakan cara mengelompokkan sekumpulan ide menjadi sebuah kerangka yang terstruktur dengan baik. Nah, kerangka tersebut akan membantu kamu memahami atau menganalisis suatu masalah dengan baik.

Dengan menggunakan teknik ini pada proses belajar, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat. Teknik ini akan membantu kamu memahami berbagai konsep dengan baik.

Kamu juga terbantu dalam melakukan presenstasi dengan adanya teknik ini. Selain itu, teknik ini memudahkan kamu dalam merumuskan suatu masalah dan menemukan berbagai ide kreatif lainnya.

2. Apa Saja Jenis Mind Mapping?

Jenis-jenis dari peta pikiran, seperti Flow Map, Circle Map, dan Bubble Map. Semua jenis peta pikiran tersebut bisa kamu gunakan untuk membuat peta pikiran dari konsep yang ingin tentukan.

Namun, setiap jenis dari peta pikiran tentunya memiliki keunggulannya masing-masing. Contohnya, Flow Map sangat cocok digunakan untuk menjelaskan rangkaian proses beserta sub-topik atau turunannya.

Disisi lain, Circle Map sangat cocok digunakan untuk mengidentifikasi konsep yang kamu butuhkan dari banyaknya ide yang kamu temukan ketika melakukan brainstorming. Berbeda dengan yang lain, peta pikiran Bubble Map banyak digunakan untuk memperjelas keseluruhan konsep sesingkat, tapi tentunya dapat dipahami dengan baik.

3. Berikan Contoh Mind Mapping?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap jenis peta pikiran memiliki keunggulannya masing-masing. Flow Map sangat cocok digunakan untuk menjelaskan rangkaian proses beserta sub-topik atau turunannya.

Sebagai contoh, kata komunikasi bisa kamu jadikan sebagai konsep untuk peta pikiran yang akan dibuat. Kemudian, coba pikirkan ide apa saja yang bisa kamu gunakan sebagai cabang utama dan sub-topiknya.

Kamu bisa menggunakan kata verbal dan non-verbal untuk cabang utama dari konsep komunikasi. Lalu, tentukan lagi ide yang cocok untuk sub-topik yang berkaitan erat dengan cabang utama

Kemudian, Circle Map sangat cocok digunakan untuk mengidentifikasi konsep yang kamu butuhkan dari banyaknya ide yang kamu temukan ketika melakukan brainstorming. Contoh penggunaannya, yaitu konsep kata elektronik

Contoh penggunaannya, yaitu konsep “alat elektronik” yang sudah dijelaskan sebelumnya. Coba kamu pikirkan apa saja ide-ide yang bisa kamu ambil dari konsep alat elektronik.

Pastinya kamu akan menemukan ide yang berkaitan, seperti komputer, handphone, kulkas, dan lain sebagainya. Kemudian, kamu bisa menentukan ide baru untuk dijadikan sebagai sub-topik, seperti memainkan game, melakukan panggilan, chatting, dan lain sebagainya

Berbeda dengan yang lain, peta pikiran Bubble Map banyak digunakan untuk memperjelas keseluruhan konsep sesingkat, tapi tentunya dapat dipahami dengan baik. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan kata Artificial Intelligence sebagai konsep untuk peta pikiran. Coba pikirkan apa saja sub-topik yang cocok yang berkaitan dengan konsep tersebut.

Coba kita pakai ide alat atau produk yang ada disekitar kita. Pastinya produk atau fitur seperti, Face ID, E-Payment, Voice Assistant .editor tulisan, dan lain sebagainya. Nah, itulah contoh Mind Mapping yang dibedakan berdasarkan jenisnya yang telah Unsyiahpress berikan.

Akhir Kata

Nah, itu dia ulasan dari Mind Mapping yang bisa kamu gunakan untuk memahami suatu konsep atau masalah. Dengan menyimak dengan baik artikel Unsyiahpress bagikan, bisa buat kamu memahami konsep dari peta pikiran lebih dalam. Selain itu, Unsyiahpress juga memberikan contoh penggunaan peta pikiran berdasarkan jenisnya.

Sekian pembahasan dari konsep Mind Mapping yang telah Unsyiahpress bagikan. Terima kasih sudah berkunjung artikel Mind Mapping milik Unsyiahpress ini ya, sampai jumpa di artikel Unsyiahpress lainnya.

Baca juga beberapa informasi menarik lainnya:

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News Employmentandlivelihood.id

Originally posted 2023-05-04 12:08:42.