Niat Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Doa dan Tata Caranya

Employmentandlivelihood.id – Pada pertemuan kali ini kami akan memberikan informasi terkait tentang Niat Mandi Wajib Setelah Haid. Yang mana pada pembahasan ini tentunya sangat penting sekali buat kaum perempuan. Namun hal tersebut juga kaum laki-laki juga harus mengetahuinya. Untuk Lebih jelasnya silahkan simak Saja pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Adapun untuk cara mandi besar setelah haid yang benar menurut islam tentunya sangat penting sekali untuk di ketahui oleh setiap muslimah atau perempuan. Karena tata cara mandi besar ini yang pastinya mempengaruhi sah atau tidaknya ibadah mandi wajib tersebut.

Seperti yang sudah pernah di alami oleh kaum perempuan dewasa yang beragama islam tentunya kerap sekali mengalami siklus haid atau bisa di sebut juga dengan menstruasi. Yang mana setekah haid, seorang perempuan wajib untuk melakukan mandi besar agar bisa menghilangkan hadas besar.

Adapun untuk pelaksanakan mandi wajib tersebut dengan mandi biasa tentunya tidak sama. Yang mana jika mandi biasa yaitu tidak memerlukan tata cara atau niat tertentu. Sedangkan untuk mandi wajib memiliki tata cara yang sudah di tentukan oleh ajaran islam.

Karena di dalamnya sudah terapat rukun dan syarat yang wajib terpenuhi sehingga seorang muslim tentunya sangat membutuhkan ilmu agama terkait tentang cara mandi wajib yang baik dan benar. Sehingga dapat mempengaruhi sah atau tidaknya ibadah mandi wajib tersebut.

Jadi dalam artikel ini kami akan menjabarkan tentang Niat Mandi Wajib Setelah Haid yang benar menutut islam sebagai petunjuk bagi umat terutama bagi kalum perempuan. Untuk itu, silahkan simak artikel ini hingga selesai. Agar bisa memahami hal tersebut dengan mudah.

Sekilas Penjelasan Tentang Mandi Wajib Setelah Haid

Sekilas Penjelasan Tentang Mandi Wajib Setelah Haid

Haid menurut syara’ adalah sebagian darah yang keluar dari rahim perempuan ketika dalam keadaan sehat. Artinya darah yang keluar tersebut tidak di artikan darah yang keluar di waktu melahirkan atau waktu sakit. Karena pada siklus menstruasi ini yang di keluarkan oleh perempuan di setiap bulannya.

Jadi haid atau menstruasi adalah suatu kondisi yang hanya di alami oleh perempuan saja. Yakini ketika dinding rahim mengalami peluruhan karena tidak terjadinya pembuahan. Sehingga dampak dari hal tersebut mengakibatkan keluarnya darah dari vagina di setiap bulannya. Dengan begitu, hal tersebut juga memicu bahwa pada satu priode ovulasi tidak sedang dalam keadaan hamil.

Perlu di ketahui, bahwa perempuan yang sedang mengalami menstruasi atau haid maka muslimah tersebut tidak di perbolehkan melakukan berbagai kegiatan ibadah, termasuk melaksanakan ibadah sholat, berpuasa atau berhubungan suami istri. Namun apabila melaksanakan ibadah tersebut justru akan mendapatkan dosa. Karena beribadah dalam keadaan najis.

Sedangkan yang di namakan dengan mandi besar adalah mandi wajib dalam islam yang di lakukan oleh seorang muslim setelah melakukan berhubungan suami istri atau setelah keluar mani. Adapun untuk mandi besar juga harus di lakukan bagi kaum perempuan setelah selesai menstruasi atau haid atau juga setelah bersalin.

Adapun untuk tujuan mandi besar tersebut yaitu untuk membersihkan diri dengan air secara menyuluruh agar najis atau kotoran tersebut hilang. Sehingga bisa dapat melakukan ibadah kembali dalam keadaan bersih dan suci.

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi sebagai berikut :

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Adapun untuk mandi besar di lakukan dengan cara mengalirkan dengan air ke seluruh tubuh hingga sempurna. Yang mana di muali dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan mengucapkan niat dan membaca doa. Karena niat tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan mandi wajib. Pasalnya hal tersebut merupakan salah satu syarat sahnya mandi wajib.

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Menurut Islam

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid Menurut Islam

Mandi Wajib Setelah Haid merupakan salah satu kewajiban yang di lakukan oleh kaum perempuan setelah selesai mengalami menstruasi atau haid. Adapun untuk proses tersebut tentunya sangat penting sekali, karena untuk membersihkan diri dari najis dan hadas besar.

Sehingga dapat kembali beraktivitas dalam melaksanakan ibadah sholat atau ibadah yang lainnya dalam keadaan bersih dan suci. Jadi mandi besar setelah haid tersebut merupakan salah satu kegiatan yang paling penting dalam menjaga kesucian dan kebersihan fisik bagi seorang muslimah.

Bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya : Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala.

Bacaan Niat Mandi Wajib Secara Umum

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa.”

Artinya : Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Melaksanakan Mandi Wajib Setelah Haid

Tata Cara melaksanakan Mandi Wajib Setelah Haid

Apabila kalian sudah mengetahui tentang Niat Mandi Wajib Setelah Haid, maka sangat penting juga buat kaum perempuan yang belum mengathui tata cara pelaksanakan mandinya. Adapun untuk cara tersevyt agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Karena hal tersebut sudah di perintahkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya yang berbunyi :

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى

Artinya : “Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan salat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan salat,” (HR Bukhari).

Adapun untuk tata cara mandinya bisa kalian simak sebagai berikut ini :

  • Cara yang pertama membaca basmalah terlebih dahulu
  • Setelah itu membaca niat mandi wajib setelah haid yang sudah kami tuliskan di atas tadi
  • Kemudian jangan lupa cuci kedua tangan sebanyak dua sampai tiga kali hingga bersih
  • Siram tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan
  • Cuci kemaluan dan bagian lain dengan menggunakan tangan kiri
  • Cuci tangan kiri setelah membersihkan kemaluan dengan menggunakan sabun
  • Selanjutnya melakukan wudhu dengan sempurna seperti ketika hendak shalat
  • Kemudian siram kepala dengan menggunakan air bersih sebanyak tiga kali
  • Guyur air ke kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut dan atau kulit kepala dengan menggosok
  • Siram air ke seluruh badan di mulai dari isi kanan kemudian ke sisi kiri
  • Apabila sudah selesai pelaksanaan mandi haidnya sebaiknya melakukan wduhu lagi

Ada Beberapa Larangan Bagi Perempuan Yang Sedang haid

Ada Beberapa Larangan Bagi Perempuan Yang Sedang haid

Jika seorang perempuan dalam ke adaan haid tentu terdapat beberapa larangan dalam islam yang tidak di perbolehkannya. Karena sudah di jelaskan di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi sebagai berikut :

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Jadi selain larang yang sudah di jelaskan pada ayat di atas, Maka di bawah ini ada beberpa larangan bagi kaum perempuan yang tidak boleh di laksanakan. Simak ulasannya sebagai berikut ini.

1. Melaksanakan Ibadah Sholat

Larangan pertama bagi seorang peremuan yang sedang berhalangan atau sedang menstruasi adalah tidak di perbolehkan melaksanakan ibadah sholat. Jadi meskipun shoalt tersebut merupakan wajib, namun bagi perempuan yang sedang haid sangat tidak di perbolehkan.

Karena untuk melaksanakan sholat tersebut harus dalam keadaan suci dan bersih dari najis dan kotoran. Maka dari itu, perempuan yang sedang haid dan di larang melaksanakan sholat karena perempuan tersebut tidak dalam ke adaan suci.

Dan tentunya larangan tersebut sudah di jelaskan dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah SAW Bersabda :

فَإِذَا أَقبَلَتْ حَيضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Artinya : “Apabila datang masa haidmu, tinggalkanlah sholat; dan jika telah berlalu, mandilah kemudian sholatlah.” (HR Bukhari).

2. Melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan

Untuk larangan selanjutnya yang harus di hindari perempuan yang sedang haid adalah melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Namun dalam hal ini, meskipun tidak di perbolehkan melaksanakan puasa, akan tetapi harus menggantinya atau mengqodho puasanya.

Yang mana Rasulullah Bersabda :

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Artinya : “Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ sholat?” Maka Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyah?” Aku menjawab, “Aku bukan Haruriyah,” akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab, “Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ sholat.” (HR Muslim).

3. Melakukan Bersetubuh

Berhubungan badan dengan pasangan suami istri di saat dalam keadaan haid, tentunya hal tersebut tidak di perbolehkan. Sebagaimana telah di sampaikan oleh Rasulullah Dalam sebuah hadistnya yaitu :

اصْنَعُوا كُلَّ شَىْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ

Artinya : “Lakukanlah segala sesuatu selain jima’ (hubung4n b4dan).” (HR Muslim).

4. Melakukan Tawaf

Melakukan tawaf juga tidak di perbolehkan bagi kaum perempuan yang sedang mengalami menstruasi. Karena dalam hal ini sudah di jelaskan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA ketika sedang melaksanakan ibadah haji yang berbunyi :

فَافْعَلِى مَا يَفْعَلُ الْحَاجُّ ، غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِى بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِى

Artinya : “Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.”(HR Bukhari).

5. Masuk Ke dalam Masjid

Larangan selanjutnya yang tidak di perbolehkan bagi perempuan yang sedang haid adalah masuk ke dalam masjid. Apabila hal tersebut tidak ada keperluan yang sangat penting bagi seorang perempuan yang sedang menstruasi atau haid.

6. Menyentuh atau Membaca Al-Qur’an

Tentunya menyentuh atau membaca Al-Qur’an bagi perempuan yang sedang haid tidak di perbolehkan. Terkecuali bacaan tersebut adalah di jadikan sebagai dzikir harian yang tidak bisa di tinggalkan. Karena sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah ah:79

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ

Artinya : Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan

Akhir Kata

Itulah tadi pembahasan yang bisa kami sampaikan tentang penjelasan, bacaan Niat Mandi Wajib Setelah Haid dan beberapa larangan bagi perempuan yang sedang mensturasi atau haid yang tidak boleh di laksanakan.

Semoga pada artikel ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Khususnya bagi perempuan yang belum mengetahui niat, tata cara mandi wajib dan larangan-larangannya. Semoga bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

Baca juga beberapa macam artikel menari lainnya:

  • Niat Sholat Idul Adha dan Tata Caranya (Arab, Latin, Termejahan)
  • Niat Sholat Jumat Lengkap, Bacaan Imam dan Makmum
  • Niat Puasa Idul Adha, Tarwiyah dan Arafah (Arab, Latin, Artinya)
  • Doa Setelah Wudhu Pendek Arab, Latin dan Artinya Lengkap
  • Rekomendasi Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Terbaru 2023
  • Contoh Resume Lamaran Kerja, Pengertian dan Cara Membuat
  • Project Adalah: Pengertian, Jenis, Unsur dan Karakteristik
  • Account Officer Adalah, Pengertian, Tugas dan Tanggung Jawab
  • Pengertian Berpikir Kritis Adalah, Manfaat dan Contohnya
  • Cara Kompres Foto di Laptop dan HP Secara Online Praktis

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News Employmentandlivelihood.id

Originally posted 2023-05-12 06:43:31.